Drama Adegan 2
A. Konflik
Meja judi Lembong Samparan menjadi meja prahara bagi putrinya. Lembong Samparan yang kalah judi dengan Tunggul Ametung harus merelakan anaknya diambil paksa oleh Tunggul Ametung, karena Tunggul Ametung lebih memilih Umang daripada keping perak milik Lembong Samparan. Dan meja judi Lembon Samparan hari itu, menjadi meja terakhirnya ketika dendam kesumat membakar hati tuanya, saat ia melihat anak gadisnya diseret paksa oleh prajurit Tumapel untuk sebagai pelampiasan nafsu Tunggul Ametung.
B. Karakter Pelaku
1. Narator
Kekalahan Lembong Samparan ketika berjudi. Ternyata membawa petaka pada anaknya Umang. Dia harus melihat anaknya diseret oleh prajurit Tumapel untuk menjadi pelampiasan nafsu Tunggul Ametung, karena Tunggul Ametung lebih memilih Umang sebagai hasil taruhan daripada keping perak milik Lembong Samparan.
2. Tunggul Ametung
Merupakan adipati junjungan kadipaten Tumapel yang ditakuti. Bahkan begundal seantero Tumapel takut padanya. Dia adalah orang yang suka menebar rasa takut pada masyarakat dan selalu merampas kehormatan wanita.
3. Kebo Ijo
Merupakan tangan kanan dari Tunggul Ametung yang sangat dipercayai oleh Tunggul Ametung. Dan juga dia sangat taat pada Tunggul Ametung.
4. Umang
Merupakan anak gadis dari Lembong Samparan yang tak sengaja menjadi bahan taruhan saat ayahnya bertaruh dengan Tunggul Amentung. Dia tak berdaya ketika harus menerima kenyataan bahwa dia akan dibawa oleh tunggul Ametung untuk menjadi pelampiasan nafsunya.
Drama adegan 3
A.Konflik
Suasana yang awalnya sunyi dan tenang. Tiba - tiba berubah menjadi suasana yang meneganggkan ketika Tunggul Ametung dan beberapa prajuritnya datang ke padepokan Pana Wijil yang ingin memaksa membawa Dedes bersama Tunggul Ametung. Dan pada saat itu pula Mpu Parwa sedang tidak ada di padepokan. Setelah Tunggul Ametung berhasil membawa Dedes bersamanya, dia menyuruh prajuritnya untuk membakar padepokan tersebut.
B. Karakter Pelaku
1. Narator
Suasana yang begitu sunyi dan tenang. Saat lewat tengah malam dimana Dedes membaca kitab ayahnya. Tiba - tiba kesunyian padepokan Pana Wijil terbelah oleh suara derap kuda dan ringkikan yang nyaring. Dedes mendengar bibinya menyambut tamu dan kegelisahan pun muncul.
2. Tunggul Ametung
Merupakan adipati junjungan kadipaten Tumapel yang ditakuti seantero Tumapel. Datang menanyakan apakah Dedes seorang pandita Brahmana dan membawa paksa Dedes bersamanya. Setelah dia berhasil membawa Dedes bersamanya, dia menyuruh Kebo Ijo untuk memboyong Dedes dan membakar padepokan Pana Wijil.
3. Kebo Ijo
Merupakan tangan kanan dari Tunggul Ametung yang sangat dipercayai oleh Tunggul Ametung. Dan juga dia sangat taat pada Tunggul Ametung. Sehingga dia memboyong Dedes dan membakar padepokan Pana Wijil seperti apa yang sudah diperintahkan oleh Tunggul Ametung padanya.
4. Dedes
Seorang Brahmani dari padepokan Pana Wijil yang juga merupakan anak dari Mpu Parwa. Dikarenakan ayahnya tidak ada di padepokan. Dedes yang menggantikan tanggung jawab ayahnya di padepokan Pana Wijil. Hanya dapat melakukan usaha yang sia - sia karena dia dipaksa untuk ikut Tunggul Ametung dan dia tidak bisa berbuat apa - apa.
5. Bibi Rasmi
Pengasuh yang mengasuh Dedes dari kecil hingga dewasa. Ketika Tunggul Ametung dan prajuritnya datang. Dia tidak bisa berbuat apa - apa melihat Dedes dibawah paksa oleh Tunggul Ametung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar